Rabu, 06 November 2019

Inilah Hasil Potretan Wisata oleh Photographer Muda Asal Pontianak

Foto: Kolase hasil potretan lokasi wisata oleh photographer muda asal Kota Pontianak
PONTIANAKSATU.ID - Salman Al Farisy namanya, pemuda asal Pontianak yang bergelut di bidang Photography dan sudah menjajal di beberapa tempat wisata di Kalimantan Barat maupun di luar.

Di bawah ini hasil potretan pemuda asal Kota Pontianak.

1. Riam Solang

Foto: Wisata Riam Solang di Kecamatan Senakin Kabupaten Landak (Photograper/Salman Al Farisy)

2. Sunset Tugu Khatulistiwa

Foto: Potret diambil waktu Sunset di Pinggiran Sungai Kapuas tepatnya Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak (Photograper/Salman Al Farisy)

 3. Puncak Bogor

Foto: Pemotretan di Puncak Bogor (Photograper/Salman Al Farisy)

 4. Riam Dait

Foto: Pemandangan air terjun di tingkat 2 (dua) wisata Raim Dait Kabupaten Landak (Photograper/Salman Al Farisy)

 5. Sunset Tugu Khatulistiwa

Foto: Pempotretan waktu Sunset di Pinggiran Sungai Kapuas tepatnya Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak (Photograper/Salman Al Farisy)

 6. Riam Dait

Foto: Pemotretan dengan pemandangan air terjun di tingkat 3 (tiga) wisata Raim Dait Kabupaten Landak (Photograper/Salman Al Farisy)

7. Reog Ponorogo

Foto: Festival Cap Go Meh di Singkawang 2019 (Photograper/Salman AlFarisy)

 8. Alun-alun Pontianak

Foto: Pemotretan Alun-alun Pontianak di malam hari (Photograper/Salman Al Farisy)

 9. Replika Naga

Foto: Atraksi replika Naga di Festival Cap Go Meh di Singkawang (Photograper/Salman Al Farisy)
Sumber: Photographer di Kota Pontianak Satu

Senin, 28 Oktober 2019

Yuk! Umrah Plus Turkey Bersama Habaib Pontianak 16 Hari


PONTINAKSATU.ID - Ayo ikutan Umrah Plus bersama para habaib Pontianak selama 16 hari dengan PT. Dawood Travel dan PT. Riau Wisata Hati. Pemberangkatan pada tanggal 07 Januari 2020. Di bawah ini merupakan deskripsi layanan Umrah Plus Turkey.

PT. Dawood Andalan Haramain Penyelenggara Resmi Ibadah Umrah SK KEMENAG No. 961 Tahun 2017

Paket Layanan Umrah:
Paket 1 :
Quad (Sekamar berempat)
  • Harga : Rp. 35.000.000
Paket 2 : Triple (Sekamar bertiga)
  • Harga : Rp. 36.500.000
Paket 3 : Double (Sekamar berdua)
  • Harga : Rp.38.000.000
Diskon 1 Juta

Flight/Penerbangan: Saudi Airlines / Turkish Airlines (KUL-JED-JED-IST-KUL)

Penginapan:
  • Madinah (Glorian Al Massi *4)
  • Makkah (Anjum Hotel *5)
  • Istanbul (Hilton Hotel *5)
  • Bursa (Hilton Hotel *5)
  • Kusadasi (Flamada Hotel *4)

Pemberangkatan: 07 Januari 2020

Fasilitas yang Didapat:
  • Tiket Penerbangan (PP)
  • Visa Umrah
  • Hotel Dekat Dengan Masjid
  • Makan 3x Sehari (Khas Indonesia)
  • Muthawif/Guide yang berpengalaman
  • Manasik 2x
  • Full Ziarah Madinah & Mekkah
  • Bus VIP Full AC (Farouk Jamil Khogeer)
  • Asuransi Penjalanan
  • Bagasi Max. 30 Kg
  • Perlengkapan Umrah (Travel Bag, Tas Pasport, Tas Sandal, Ihram/Mukena Bahan Seragam Batik, Sajadah, dll)
  • Air Zam-zam 5 Liter

Persyaratan Umrah:
  • Pasport RI yang Masih Berlaku Min. 7 bulan dengan 3 Kata
  • Pas Photo Warna 4x6=10 Lembar, (Tampak Muka Fokus 80%)
  • Foto Copy KTP dan KK
  • Buku Vaksin Meningitis
  • Surat Nikah Asli bagi Suami Istri
  • Akte Kelahiran Asli + KK Asli bagi Anak-anak
  • KTP Asli bagi Wanita di atas 45 Tahun

Ketentuan Pembatalan:
  1. Pembatalan <30 Hari Sebelum Keberangkatan, DIpotong 30% dari Paket
  2. Pembatalan <20 Hari Sebelum Keberangkatan, Dipotong 75% dari Paket
  3. Pembatalan 10 Hari Sebelum Keberengkatan, Dipotong 100%
  4. Pembatalan 15 Hari Sebelum Keberangkatan, Akibat Sakit Keras, Mninggal Dunis atau Kecelakaan Uang kembali 100%

Biaya Belum Termasuk
  • Pembuatan Pasport
  • Suntik Meningitis
  • Telp/Laundry/Keperluan Pribadi
  • Kursi Roda
  • Pembahan Biaya VISA bagi Jama'ah yang sudah pernah Umrah terhitung dari tahun 1435 H

Info PT. Dawood Andalan Haramain
  • Bank BRI: 2210-01-000075-30-5 (An. PT Dawood Andalan Haramain)
  • Bank Mandiri: 108-00-55555-651 (An. PT Dawood Andalan Haramain)

Info Marketing: 

  • Nomor Telp - SMS: +62 857-4018-0120 
Sumber: Travel Umrah di Kota Pontianak

Rabu, 04 September 2019

Masyarakat Pontianak Dirugikan Adanya Transaksi BBM Non-Tunai, Perbankan Diuntungkan

Masyarakat Pontianak Dirugikan Adanya Transaksi BBM Non-Tunai, Perbankan Diuntungkan
Ngalek.com - Sekilas transaksi BBM non tunai, aman, nyaman, efisien, praktis dan cepat, tapi jika deperhitungkan itu hanya menguntuntungkan perbankan dan merugikan masyarakat Kota Pontianak.

Tidak hanya itu, ternyata kebijakan tersebut juga sangat mencedrai hak konsumen atau bahkan kebijakan tersebut bertentangan dengan Undang-undang Mata Uang atau bahasa sederhananya melarang kebebasan konsumen menggunakan uang kartal sebagai alat transaksi yang sah di mata hukum.

Kerugian masyarakat ketika menggunakan transaksi BBM non-tunai bisa dilihat dari beberapa aspek Misanya, kerugian pertama adalah dari potongan uang kartu sebesar Rp.10.000 - Rp.20.000, atau bahkan lebih ketika pertama kali membuat kartu elektronik di BANK, saat itulah Konsumen BBM dipaksa setor ke bank atas nama biaya kartu.

Kerugian kedua, pengguna BBM juga terpaksa harus mengendapkan uangnya di dalam kartu pembayaran, Jika diakumulasi, bisa ratusan bahkan meliaran rupiah dana mengendap milik para pengguna BBM.

Kerugian ketiga, potensi ratusan bahkan meliaran rupiah yang akan digarap bank dari selisih saldo minimal dengan tarif tol terendah, misalnya tarif terendah adalah Rp.10.000.

Jadi, ketika saldo yang ada kurang dari Rp.10.000, dipastikan sisa saldo itu tak pernah bisa dimanfaatkan oleh pemilik kartu dan akan menjadi milik bank.

Penerapan penggunaan transaksi BBM non tunai tidak hanya merugikan masyarakat,  tapi ini dianggap hanya permainan perbankan dalam mengkapitalisasi model transaksi elektronik yang tujuan mengambil keuntungan.

Artinya pengguna elektronik card untuk transaksi BBM masyarakat dikenai beban yang tidak sedikit dan yang menjadi aneh ini cendrung paksakan atau dengan kata lain masyarakat tidak diberikan pilihan, padahal uang kartal adalah sebagai alat tukar yang sah bisa digunakan dimanapun dan kapanpun.

Pada asal 23 UU mata uang menyebutkan bahwa Setiap orang dilarang menolak untuk menerima Rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran atau untuk menyelesaikan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah dan/atau untuk transaksi keuangan lainnya di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali karena terdapat keraguan atas keaslian Rupiah.

Artinya ketika SPBU kemudian tidak menerima uang kartal sebagai alat pertukran uang yang sah adalah bentuk pelanggaran hukum. Maksud bukan tidak boleh menerapakan dan menggunakan transaksi non-tunai.

Tapi yang manjadi masalah kemudian adalah ketika penerapan tersebut berifat wajib sebab itu menghilangkan fungsi uang kartal sebagai alat transaksi yang sah di mata hukum, kedua menghilangkan hak konsumen, ketiga melawan peraturan perundang-undangan.

Kalaupun itu adalah seruan nasional menggunakan uang elektronik atau pun karena ingin menjadikan Kota Pontianak sebagai kota smart city itu tidak bisa menjadi sebuah alasan untuk mewajibkan pengguna BBM melakukan pembayaran non tunai.

Sumber tulisan dari Pontianak Satu dengan judul Kapitalisasi Transaksi BBM Non-Tunai di Kota Pontianak Rugikan Masyarakat Untungkan Perbankan